Parkersburgh tahun 2003
I need you because I love You
Selasa, 08 Juni 2010
Senin, 07 Juni 2010
Sabtu, 08 Mei 2010
GENDER & SEX
Menghangatnya perbincangan seputar isu gender di sepuluh tahun terakhir ini, ternyata belum diikuti pemahaman yang benar dan tepat tentang konsep gender itu sendiri. Karena kenyataan yang banyak dijumpai di masyarakat masih banyak sekali pemahaman yang rancu tentang konsep gender tersebut. Kesalahpahaman atau kekeliruan ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat awam, melainkan terjadi juga di kalangan terpelajar. Kebanyakan dari mereka masih belum memahami dan rancu terhadap istilah sex dengan istilah gender. Ironisnya, ada yang menterjemahkan istilah gender adalah jenis kelamin perempuan. Artinya, begitu disebut gender, yang terbayang adalah sosok manusia berjenis kelamin perempuan. Padahal istilah gender dan sex memiliki latar belakang sendiri, meskipun istilah gender mengacu pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Oleh karenanya menjadi sangat penting untuk memahami terlebih dahulu perbedaan istilah sex dan gender.
Oakley, seorang ahli sosiologi Inggris berusaha membedakan sex secara biologis dan realitas konstruksi sosial budaya atas sex laki-laki dan perempuan. Pembedaan sex berdasarkan faktor-faktor biologis hormonal dan patologis telah memunculkan dikotomi laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu Oakley lebih menegaskan, bahwa sex adalah kata yang merujuk pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan yang tampak pada organ genital, dan perbedaan dalam fungsi prokreatif (dalam Nurhayati 2000, hlm. 22).
Perbedaan sex tersebut dapat kita lihat dengan jelas pada perempuan karena perempuan mempunyai vagina, payudara, ovum, dan rahim. Secara genetik perempuan memproduksi hormon-hormon estrogen dan progesteron organ genital dan fungsi prokreatif-perempuan melahirkan. Sedangkan laki-laki ditandai dengan adanya penis, testis, dan sperma, serta memproduksi hormon-hormon testosteron dan androgen.
Pada masa pubertas, produksi hormon ini secara signifikan terus meningkat dan menentukan karakter seksual sekunder serta kemampuan reproduksi laki-laki dan perempuan. Penelitian terhadap realitas biologis menunjukkan bahwa laki-laki hampir memiliki tubuh yang selalu lebih besar dari perempuan, berat badan yang lebih, dan kekuatan yang lebih pula. Berat badan bayi perempuan yang baru dilahirkan pada umumnya lebih ringan dibandingkan bayi laki-laki, dan demikian juga rata-rata ukuran otak perempuan lebih kecil daripada ukuran otak laki-laki. Adanya perbedaan biologis tersebut sudah bersifat kodrati, atau pemberian Tuhan, dan tak satupun yang dapat mengubahnya. Boleh jadi, dewasa ini akibat kemajuan teknologi, seseorang dimungkinkan mampu mengubah jenis kelaminnya secara fisik, tetapi betapapun perubahan itu terjadi tidak sampai mengubah fungsinya.
Kamis, 06 Mei 2010
SYUKURILAH PERBEDAAN KITA
Laki-laki dan perempuan memang memiliki perbedaan sekaligus persamaan. Sesungguhnya dalam diri laki-laki ada kadar sifat-sifat perempuan. Sebaliknya pada diri perempuan ada kadar sifat-sifat lelaki. Sifat-sifat lawan jenisnya itu akan muncul lebih besar seiring dengan kadar hormon yang bekerja pada dirinya. Jika ada lelaki disuntik hormon perempuan, maka ia akan bertingkah ke arah perempuan.
Sebaliknya, jika seorang perempuan disuntik hormon lelaki, ia pun bakal bertingkah seperti lelaki. Kenapa bisa demikian? Jawabnya adalah: karena laki-laki dan perempuan itu sebenarnya berasal dari diri yang satu. Cikal bakal yang sama, yaitu Stem Sel. Inilah sebuah body yang terbentuk sesaat setelah sel telur dibuahi oleh sperma. Namun perubahan tingkah laku disebabkan suntikan hormon testoteron pada kasus Beatie tetap tidak bisa mengubah kodrat awalnya yang memang telah ditetapkan Tuhan sebagai seorang perempuan yang dilengkapi alat reproduksi, memiliki sel indung telur, dan sebagainya.
Menyimak dan belajar dari kasus Beatie tersebut, suatu kemustahilan bagi kita untuk menghilangkan fungsi kodrati dari biologis yang telah dianugerahkan Tuhan kepada masing-masing kita. Dari sini, setidaknya kita telah diajarkan tentang bagaimana kita harus bersyukur atas perbedaan fisik biologis antara laki-laki dan perempuan.
Rabu, 05 Mei 2010
EMOSI
Orang-orang yang cerdas emosi adalah orang-orang pandai mengelola perasaan hati pada saat berhadapan dengan tantangan dan masalah yang mungkin saja tidak pernah diduga sebelumnya.
Kekuatan emosi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia. Sehingga jika terjadi kerusakan pada salah satu sistem emosi di dalam otak manusia, akan memiliki dampak yang sangat buruk bagi kehidupan sosial pada masa selanjutnya. Dampak perubahan kepribadian yang sangat dramatis pada diri seseorang yang mengalami gangguan fungsional dari otak emosinya. Sebagaimana yang dialami oleh Phineas Gage, seorang mandor di jawatan kereta api yang berperilaku lembut, hati-hati, santun dan penyayang. Tetapi, setelah ia mengalami kecelakaan dalam suatu ledakan yang mengakibatkan pecahan dinamit menembus dan merusak jaringan otaknya yang berfungsi dan bertanggung jawab terhadap emosi, Gage berubah menjadi seorang yang sangat kasar, berbahasa kasar, suka marah dan beringas. Antonio Damasio (1994), Ketua Jurusan Neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Lowa, dalam bukunya Descartes’Error, ia menjelaskan bahwa serpihan dinamit tersebut telah merusak bagian luar dan tengah aspek terluar korteks frontal pada belahan otak kanan dan kiri, dan kerusakan inilah yang telah mengubah perilaku Gage (dalam Barbara K. Given, 2007, hlm. 81-82). Meskipun secara intelektual, Gage tidak mengalami gangguan serius, tetapi emosionalnya mengalami kekacauan yang luar biasa.
IBU...???
Empat minggu kemudian si anak menunjukkan hasil ulangan matematikanya dengan girang kepada ibunya. Wajah si ibu kembali terkaget dan berkata "Lho...kok cuma dapat 6, kok gak bisa sih dapat nilai 9 seperti temanmu!" Sang anak makin keheranan dan menjauh dari ibunya sambil ia berpikir "Sebenarnya apa sih yang diinginkan ibuku? Angka berapa sih yang bisa memuaskan ibuku? Kemarin ibu bilang jangan sampai ada angka 5....sekarang aku sudah berusaha dan berhasil merubahnya menjadi 6, tapi..........kenapa ibuku masih marah ya ????






